Tanpa Jaminan

Jika anda membutuhkan Pinjaman Uang Tanpa Jaminan, Tanpa Syarat, dan Pinjaman Pribadi, maka anda dapat membaca sistem dibawah ini dan menerapkannya. Ini adalah salah satu contoh sistem Pinjaman Uang tanpa unsur bisnis yang dapat anda gunakan untuk memperoleh Pinjaman Uang Tanpa Jaminan. meskipun tidak pasti akan berhasil tetapi dapat dipertimbangkan bahwa dengan system ini,tidak ada pihak yang akan merugi/dirugikan.

Sistem ini bukan untuk "Pebisnis Hutang", Sistem ini melibatkan ketulusan dan persaudaraan para pihak, mungkin akan sulit ditemukan tetapi tidak ada yang tidak mungkin, mencoba dan berusahalah selama tidak merugikan.

Sistem Pinjaman Uang yang Aman:

Negosiasikan/Bicarakan permohonan pinjaman anda kepada dermawan/pihak yang telah anda temukan, sebutkan masalah anda dan jika memungkinkan mintalah KEIKHLASAN yang berarti TANPA BUNGA, TANPA AGUNAN.

Dengan jaminan KEPERCAYAAN, PERSAUDARAAN YANG DI IKAT DENGAN PERJANJIAN ( Notaris ) DAN PERATURAN ( Yang dibuat oleh Pihak Peminjam dan Pihak Pemberi Pinjaman, beserta Wakil/Waris ). Dengan begitu tidak akan ada unsur penipuan yang akan terjadi dikemudian hari. adakan pertemuan untuk perkenalan dan mempererat tali persaudaraan antar manusia serta untuk saling melihat keadaan masalah secara transparan lalu bicarakan pokok utama, yaitu tentang Pinjaman Uang, apabila Pemberi Pinjaman telah melihat secara transparan tentang kebenaran masalah-masalah ( hutang ) dan telah berkenan membantu, buatlah peraturan dan perjanjian dengan melibatkan:

1. Pihak Peminjam beserta Wakil/Waris.
2. Pihak Pemberi Pinjaman beserta Wakil/Waris.
3. Notaris
4. Saksi
5. Rincian Pinjaman Uang dan negosiasikan dengan Pemberi Pinjaman, termasuk rincian cicilan perbulan, jangka waktu pinjaman, kemungkinan yang terjadi, dan antisipasi terhadap kemungkinan-kemungkinan tersebut.

KETERANGAN:

1. Pihak Peminjam adalah orang yang membutuhkan Pinjaman, dan Wakil/Waris adalah keluarga Peminjam yang valid ( Yang tertera pada Kartu Keluarga ) Wakil/Waris akan melanjutkan pembayaran pinjaman/cicilan perbulan apabila terjadi sesuatu pada Peminjam ( Sakit / meninggal dunia ) hingga lunas. Wakil/Waris bisa beberapa orang, tergantung kesepakatan.

2. Pihak Pemberi Pinjaman adalah orang yang berkenan member Pinjaman, dan Wakil/Waris adalah keluarga Pemberi Pinjaman yang valid ( Yang tertera pada Kartu Keluarga ) Wakil/Waris akan menerima pembayaran cicilan dari Peminjam apabila terjadi sesuatu pada Pemberi Pinjaman ( Sakit, meninggal dunia, dsb )

3. Notaris adalah perantara Peminjam ( Beserta Wakil/Waris dan saksi ) dengan Pemberi Pinjaman ( Beserta Wakil/Waris dan saksi ).. yang mengetahui dan memegang peraturan/perjanjian yang telah dibuat oleh kedua pihak tersebut ( Peminjam dan Pemberi Pinjaman ) demi mencegah timbulnya masalah/pelanggaran HUKUM.

4. Saksi adalah orang yang ikut serta menyaksikan perjanjian/peraturan yang dibuat oleh kedua pihak.

Semua pihak yang terlibat wajib memberikan IDENTITAS ASLI dan JELAS, karena identitas yang tidak asli/tidak benar akan memicu terjadinya PENIPUAN.

Itulah contoh sistem yang saya perkirakan bisa dipercaya dan nyaman, negosiasi sangat berpengaruh. hanya saja apakah ada orang yang mau / berkenan meminjamkan uang tanpa jaminan ? Apakah pemberi pinjaman tidak merasa rugi ? Apa untungnya bagi pemberi pinjaman ?

Itu peretanyaan yang tersembunyi dibalik Sistem diatas, jika boleh saya jawab.. Di dunia ini pasti banyak orang yang kaya raya, mereka pasti memiliki rasa ingin membantu sesama manusia, untuk meminjamkan uang kepada orang yang kesulitan tidaklah hal yang sulit untuknya.. hanya saja kepercayaan yang dibutuhkan. Keuntungan yang diperoleh hanyalah amal/pahala dan budi baik yang akan selalu terkenang. semoga ada para dermawan atau orang yang kaya raya yang berkenan membantu.

Masih banyak solusi lain, itulah salah satunya. Yang benar-benar perlu dijaga adalah faktor KEPERCAYAAN, masalah bunga atau tanda terimakasih dan sebagainya, itu bisa dinegosiasi/bicarakan.

Top